Golepi

Situs yang Membahas Serba-serbi Teknologi | Laptop, Komputer, Smartphone, Harga, Review, Tips, dan Tutorial

Jumat, 15 September 2017

Penyebab dan Cara Mengatasi Laptop yang Sering Mati Sendiri

Jujur saja, laptop yang saya gunakan juga sering mati secara tiba-tiba ketika digunakan. Penyebab laptop mati sendiri juga bervariasi dan yang perlu kita lakukan adalah mengatasinya.

Penyebab dan Cara Mengatasi Laptop yang Sering Mati Sendiri

Kasus laptop mati sendiri mungkin juga pernah Anda alami sebelumnya. Akan sangat menyebalkan rasanya jika laptop mati secara mendadak, apalagi ketika kita sedang menyelesaikan pekerjaan. Sedang asik-asiknya bermain game tiba-tiba laptop mati sendiri. Rasanya seperti ingin banting laptop saja kan?

Penyebab Laptop Sering Mati Sendiri secara Mendadak


Nah bagi Anda yang mengalami hal serupa, ikuti cara mengatasi/memperbaiki laptop mati sendiri berikut ini.

#1. Suhu Laptop Terlalu Panas


Suhu laptop merupakan salah satu penyebab laptop sering mati sendiri. Ketika suhu panas, laptop bisa mati secara tiba-tiba tanpa kita sadari sebelumnya. Suhu yang panas ini bisa terjadi karena keteledoran kita dalam mengoperasikan laptop.

Mungkin saja Anda menempatkan laptop pada ntempat yang empuk seperti kasur atau bantal, akibatnya sirkulasi menjadi kurang baik. Udara panas yang semestinya malah menjadi terhambat. Akibatnya, panas tersebut masuk kembali ke dalam laptop dan menghantarkannya ke seluruh bagian laptop. Hardware atau perangkat di dalam laptop akhirnya menjadi overheat dan tiba-tiba mati sendiri.

Kemungkinan lainnya adalah laptop tidak pernah diistirahatkan dalam waktu yang lama. Terkadang ketika sedang serius mengerjakan sesuatu, kita lupa hakikat laptop itu sendiri. Laptop tidak sama dengan PC yang mampu bekerja selama 24 jam, perlu diistirahatkan terlebih dahulu.

Cara Mengatasinya :
  1. Letakan laptop pada tempat yang datar, bersih dan bersifat isolator. Misalnya menempatkan laptop pada lantai dan meja yang bersih agar sirkulasi menjadi lebih lanjar. Kalau Anda tidak ingin pindah dari kasur, gunakanlah papan datar sebagai alasnya.
  2. Selalu istirahatkan laptop ketika sudah dipakai 3-5 jam. Anda bisa melakukan sleep, hibernate dan shutdown, kemudian tunggu hingga 15-30 menit.
  3. Apabila laptop masih cepat panas dan tiba-tiba mati mendadak, cobalah untuk menggunakan collingpad eksternal. Perangkat ini mampu menambah sirkulasi dan mendinginkan suhu bagian bawah laptop.

#2. Baterai Laptop Lemah atau Kemampuannya Sudah Menurun


Sumber listrik pada laptop pada umumnya berasal dari baterai. Ketika daya baterai mulai berkurang, sistem operasi biasanya akan menampilkan peringatan untuk mengisi ulang. Jika kita tidak segera menghubungkan laptop dengan charger, laptop bisa benar-benar kehabisan daya. Setelah itu biasanya laptop akan melakukan fitur hibernate secara otomatis.

Kemampuan baterai laptop tentu ada batasnya. Kondisi baterai lama-lama akan mengalami penurunan performa dari waktu ke waktu. Masa pakai baterai yang terlalu sering juga akan menyebabkan kinerja baterai menjadi sangat jelek.

Baterai laptop yang sudah rusak pada umumnya sangat cepat habis.  Jarak antara 5-10% dengan 0% malah hanya bertahan untuk beberapa detik. Parahnya lagi, sistem operasi tidak mampu melakukan hibernate. Akhirnya laptop mati dengan sendirinya tanpa kita duga-duga.

Solusi Mengatasinya :

  1. Cobalah mengoperasikan laptop tanpa baterai, daya hanya diisi oleh charger. Lebih baiknya lagi jika memakai stabilizer/UPS. Coba amati performa laptop. Jika masih saja mati, mungkin bukan baterai yang bermasalah. Anda perlu memastikan komponen lainnya.
  2. Jika terbukti baterai yang bermasalah, gantilah baterai dengan yang baru. Anda juga harus memastikan baterai original dan sesuai dengan vendor laptop Anda.

#3. RAM Bermasalah


Seperti yang kita ketahui, RAM adalah penyimpanan data sementara. Jika komponen ini bermasalah, tentu akan memberi dampak pada laptop.

Laptop pastinya membutuhkan kinerja RAM yang optimal, kalau tidak pasti akan mengganggu performa laptop ketika digunakan. Gangguan pada RAM bisa mengakibatkan gagal booting, layar blank, bluescreen, bahkan laptop mati mendadak.

RAM laptop yang bermasalah ini terjadi karena beberapa hal. Beberapa diantaranya yaitu :
  • Pemasangan RAM kendor
RAM bisa kendor karena mengalami goncangan atau terjatuh tanpa sengaja. Pemasangan RAM yang salah atau kendor tenyata bisa menyebabkan laptop mati secara tiba-tiba.
  • RAM berdebu atau berkerak (berkarat)
Kotoran atau debu pada RAM bisa menyebabkan kaki RAM menjadi malfungsi. Kondisi seperti itu terjadi karena Anda tidak pernah upgrade atau melepas RAM dalam kurun waktu yang lama.
  • RAM sudah lewat masa pakai
Selama bertahun-tahun, RAM pasti mengalami kondisi panas setiap harinya. Energi listrik yang mengalir pada elemen tembaga juga bisa diubah menjadi energi panas. Jika dalam kurun waktu itu kita tidak melepas atau membersihkannya, maka RAM akan sangat mudah berkerak.

Cara Mengatasinya :
  1. Bongkarlah laptop, lalu periksa kondisi RAM dengan seksama.
  2. Lepaslah RAM dari slotnya (hati-hati).
  3. Coba periksa RAM, ada kerak atau tidak. Jika tidak ada, maka tidak ada salahnya Anda membersihkan RAM dengan karet penghapus. Ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran atau debu yang menempel pada RAM. Hapus pada lempengan kuning saja dan jangan menggunakan tangan. Lakukan penghapusan dengan satu arah dan tidak meninggalkan bekas penghapus. Sedangkan jika RAM ada keraknya, mungkin agak susah untuk menghapusnya. Apabila kerak tidak bisa dihapus, mungkin pilihan terbaik adalah menggantinya dengan RAM yang baru.
  4. Setelah memastikan RAM dalam kondisi baik, coba pasang kembali. Pastikan pemasangannya kencang dan tidak terbalik.

#4. Thermal Pasta pada Processor Habis/Kering


Sudah berapa lama Anda menggunakan laptop ? Jika Anda sudah menggunakannya selama bertahun-tahun, Anda perlu melakukan maintenance dengan lebih baik.

Laptop yang sudah berumur biasanya akan menghabiskan pasta. Pasta ini digunakan sebagai perantara antara processor dengan logam pendingin (menghindari gesekan secara langsung).

Pasta yang sudah sangat lama tidak diganti, pastinya akan habis dan mengering. Jika sudah begitu, panas yang dihasilkan prosesor akan menjadi sangat besar.

Kasus ini pada umumnya mirip dengan kipas pendingin yang kotor. Perbedaannya yaitu apabila kipas pendingin kotor, maka proses pendinginan menjadi kurang optimal. Sedangkan jika pasta mengering, proses pendinginan bisa saja sempurna namun suhu dingin tersebut kurang tersalurkan ke processor.

Cara Mengatasinya :
  1. Bongkar laptop dengan hati-hati sampai mainboard terangkat.
  2. Cari bagian atas processor lalu oleskan pasta dengan merata. Jika Anda ragu untuk membuka bagian processor, jangan sekali-kali Anda mencobanya. Cobalah untuk meminta orang yang lebih ahli seperti teknisi komputer/laptop. Kesalahan membuka bagian ini bisa menimbulkan kerusakan pada processor itu sendiri.
  3. Lakukan secara rutin setiap enam bulan sekali.
(Harga pasta sendiri sebenarnya cukup murah, Anda bisa membelinya melalui online atau datang ke toko komputer terdekat)

#5. Debu Membandel


Penyebab laptop mati sendiri berikutnya mungkin karena debu atau kotoran. Banyaknya debu di dalam laptop tentu bisa mengakibatkan berbagai masalah. Debu yang menempel pada komponen akan memengaruhi kinerja laptop Anda.

Apabila debu ini sampai masuk ke dalam kipas dan saluran udara, maka akan menimbulkan efek buruk bagi laptop.

Kipas pendingin berfungsi untuk menjaga komponen agar tidak mengalami panas berlebih. Kipas ini bisa menyalurkan sirkulasi udara kepada logam lain sehingga menjadi lebih dingin.  Karena komponen ini meniupkan angin, ada kemungkinan debu terperangkap, masuk dan menumpuk di dalam kipas. Debu-debu ini akhirnya menebal dan menghambat putaran kipas. Kondisi seperti ini akhirnya bisa menyebabkan processor overheat, lalu laptop mati mendadak. 

Cara Mengatasinya :
  1. Bongkar laptop dengan hati-hati, kalau bisa sampai terbongkar semua.
  2. Bersihkan debu yang menempel secara menyeluruh. Gunakan kuas atau .Pastikan mainboard, kipas dan saluran udara bersih dari debu.
  3. Lakukan secara rutin.

#6. Crash pada Sistem Operasi


Penyebab  lainnya mungkin terjadi karena crash pada sistem operasi. Kerusakan pada sistem operasi bisa saja terjadi jika kita tidak hati-hati. Mungkin Anda pernah mengutak-utik local disk C:/ (system disk), kemudian Anda ceroboh menghapus data penting di dalamnya. Masalah lainnya bisa terjadi karena file corrupt atau terhapus, bisa juga karena virus/malware yang menyerang sistem operasi. Hal ini juga bisa membuat laptop mati secara tiba-tiba. 

Cara Mengatasinya:
  1. Scan registry sytem & program dengan menggunakan aplikasi CCleaner.
  2. Scan dan bersihkan virus menggunakan program Antivirus seperti Avast dan SMADAV Pro.
  3. Kalau laptop tetap saja bermasalah, lakukan install ulang. Pastikan sesuai prosedur installasi sistem operasi yang ingin Anda gunakan.

#7. Laptop Terkena Virus atau Malware


Ketika kita browsing atau menginstall sebuah program, seringkali ada virus/malware yang masuk ke dalam laptop tanpa disadari. Virus ini memiliki banyak motif, salah satunya yaitu mematikan laptop dengan sendirinya. Bisa saja ketika dinyalakan laptop menjadi korban dari aksi kejahatan.

Solusi mencegah & mengatasinya :
  1. Berhati-hatilah ketika browsing, ada beberapa situs yang ternyata mengandung virus berbahaya.
  2. Install & Update Antivirus terbaru seperti Avast, SMADAV Pro dan Bitdefender. Hal ini untuk mencegah datangnya virus dari hal-hal yang tampak mencurigakan.
  3. Lakukan scan virus secara rutin 3-7 hari sekali.

#8. Mainboard Rusak


Mainboard/motherboard merupakan salah satu komponen yang rentan rusak. Satu kerusakan pada mainboard juga dapat mempengaruhi komponen laptop lainnya. Masalah ini biasanya menimpa pada laptop yang pemakaiannya tidak wajar atau sudah cukup berumur.

Cara Mengatasinya :
  1. Jika mainboard terbukti rusak, segeralah datang ke service center terdekat untuk perbaikan.
  2. Kalau tidak, gantilah dengan mainboard yang baru. Mainboard baru pasti lebih baik daripada mainboard lama yang diperbaiki. 

#9. Hardware Tidak Compatible


Jika Anda pernah melakukan pergantian komponen laptop, pastikan komponen tersebut compatible dengan laptop. Anda perlu mengetahui bahwa tidak semua hardware itu cocok untuk sebuah laptop. Beda vendor, beda tegangan, beda tipe, itu semua berpengaruh.

Jika hardware yang tidak compatible dipasang, kemungkinan bisa menyebabkan error.

#10. Terdapat Komponen Lain yang Rusak


Tidak menutup kemungkinan ada beberapa komponen pada laptop yang mengalami kerusakan. Hal ini bisa saja terjadi jika ada hubungan arus pendek sehingga menyebabkan komponen bagian dalam mengalami kerusakan.

Sepertinya banyak dari kita yang mengalami laptop yang sering mati sendiri secara tiba-tiba. Kita sebenarnya tidak bisa memprediksinya dengan tepat 100%, karena terkadang kasus seperti ini terjadi tanpa ada indikasi sama sekali.

Meskipun begitu, kita masih bisa memperkirakan kerusakan yang terjadi dengan cara menganalisa nya. Mungkin saja hal ini terjadi karena kita yang kurang bisa merawat laptop dengan baik.

Nah, sekarang saatnya Anda menganalisa permasalahan dan mengatasinya secara mandiri. Selamat praktek, dan semoga berhasil.
 
Back To Top