Golepi

Situs yang Membahas Serba-serbi Teknologi | Laptop, Komputer, Smartphone, Harga, Review, Tips, dan Tutorial

Kamis, 21 Desember 2017

Cooling Pad vs Vacuum Cooler, Mana yang Lebih Bagus untuk Pendingin Laptop?

Pilih mana, coolingpad atau vacuum cooler? Seperti yang kamu tahu, keduanya merupakan perangkat untuk mendinginkan laptop. Setidaknya, perangkat tersebut bisa mengurangi suhu panas dan meminimalisir kondisi laptop yang overheat.

Cooling Pad vs Vacuum Cooler

Untuk perangkat cooling pad, kamu mungkin sudah sangat familiar. Namun sebaliknya, vacuum cooler sepertinya lebih asing terdengar. Wajar, soalnya vacuum cooler merupakan salah satu terobosan baru untuk mendinginkan laptop yang panas.

Meskipun keduanya sama-sama alat untuk mendinginkan laptop, tapi ternyata ada perbedaan mengenai cara kerjanya. Kalau kamu penasaran, mari kita bahas lebih mendalam mengenai cooling pad dan vacuum cooler. Sehingga nantinya kamu bisa memilih mana yang terbaik, cooling pad atau vacuum cooler.

Cooling Pad

Cooling pad berbentuk papan atau alas dengan kipas di dalamnya. Perangkat ini bisa mengurangi suhu panas dengan mengalirkan sirkulasi udara. Kipas yang bergerak menghembuskan angin dari bawah laptop sehingga bagian yang panas akan terasa lebih dingin.

Setidaknya, perangkat ini bisa mempercepat pindahnya panas ke udara bebas. Namun udara yang disalurkan seringkali bocor, sehingga hanya bisa menurunkan suhu beberapa derajat saja.

Vacuum Cooler

Vacuum Cooler memiliki bentuk seperti persegi panjang dengan 2 ventilasi yang menjadi sumber keluar masuknya udara. Cara kerja perangkat ini sangat efektif, ia bisa membantu fan pada laptop untuk mengeluarkan hawa panas.

Berbeda dengan coolingpad, perangkat ini menutup seluruh ventilasi dan menyalurkan udara melalui kipas. Hal ini tentu saja menyebabkan pergerakan udara bisa sangat cepat dan nyaris tanpa bocor.

Jika kamu sudah pernah membongkar sebuah laptop hingga ke bagian mainboard, maka seharusnya di atas prosesor ada semacam pipa yang terhubung dengan fan. Hawa panas yang dihasilkan prosesor bisa dialirkan ke fan lalu dibuang melalui ventilasi.

Apabila performa fan dimaksimalkan, maka suhu pada laptop bisa turun dengan signifikan. Keberadaan vacuum cooler tentu bisa menjadi pilihan utama jika ingin menggunakan laptop dengan durasi yang lama, khususnya jika digunakan untuk bermain game.

Seandainya kamu ingin membeli vacuum cooler, cobalah memilih merek yang mempunyai ukuran ventilasi udara yang sesuai dengan laptop. Beberapa produk sepertinya memiliki ukuran ventilasi udara yang bisa diganti atau disesuaikan dengan laptop konsumen.

Perbandingan :

Kamu tentu sudah mengetahui beberapa hal terkait cooling pad dan vacuum cooler. Sekarang, mari kita bandingkan bersama kelebihan dan kekurangan dari masing-masing perangkat ini.
  • Untuk kinerja, cooling pad masih kalah dari vacuum cooler. Hal ini karena vacuum cooler mampu mendinginkan panas laptop jauh lebih bagus dibanding coolingpad.
  • Harga cooling pad standar biasanya lebih murah dibandingkan vacuum cooler, namun sepertinya ada juga vacuum cooler dengan harga yang amat murah. Kamu bisa mengeceknya di situs jual beli seperti Tokopedia, Lazada, Bukalapak atau Blibli.
  • Coolingpad umumnya bisa dipakai pada semua laptop, sedangkan vacuum cooler mungkin tidak. Lubang vacuum harus sesuai dengan dimensi dari ventilasi laptop.
  • Beberapa jenis laptop misalnya Macbook mungkin tidak bisa memakai vacuum cooler karena posisi dan ukuran ventilasi yang sangat tidak memungkinkan.

Pengalaman (True Story)

Ini saya cerita sedikit tentang penggunaan dari keduanya. Saya sudah menggunakan coolingpad dan vacuum cooler untuk mendinginkan laptop Toshiba Satelite C600 yang mudah sekali panas. Maklum, fan laptopnya sudah tidak berfungsi jadi kalau laptop panas, maka biasanya laptop akan mati sendiri. Karena panas ini, pas dicoba menggunakan cooling pad sepertinya laptop masih terasa panas.

Mungkin hanya turun sedikit saja suhunya. Namun saat menggunakan vacuum cooler, laptop saya ini bisa bertahan lama meski durasi pemakaiannya cukup lama. Hawa panas yang ada pada laptop bisa tersalurkan dengan baik berkat adanya vacuum cooler ini.

Setidaknya adik saya yang mencoba vacuum cooler laptop ini sedangkan saya sudah mengetahui bahwa vacuum cooler jauh lebih efektif dibanding cooling pad.

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai perbandingan cooling pad dan vacuum cooler. Kalau menurut pandangan saya pribadi, saya lebih memilih vacuum cooler untuk mendinginkan laptop. Kalau kamu bagaimana?

2 komentar

Saya menemukan kekurangan vacuum cooler nih, memang prosesor & vga lebih dingin tapi area lain seperti harddisk terasa masih panas. Kalo pake cooling pad lebih adem bagian tsb. Ya plus minusnya masing2 gan

Oke terima kasih sudah berbagi pengalaman menggunakan vacuum cooler. Betul, semua ada plus dan minus nya. :)

Silakan tinggalkan pesan jika Anda punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan.

 
Back To Top