Golepi

Situs yang Membahas Serba-serbi Teknologi | Laptop, Komputer, Smartphone, Harga, Review, Tips, dan Tutorial

Senin, 04 Desember 2017

Cara Mengatasi Baterai Tetap 0% (Nol Persen) Available “Plugged in, Not Charging”

Saat kamu ngecas, pernahkan kamu mengalami baterai laptop tetap 0% (nol persen) dan memunculkan pesan “available plugged in, not charging”? Jika kamu pernah atau sedang mengalaminya, mungkin ada beberapa penyebab yang bisa mengakibatkan hal ini terjadi.

Cara Mengatasi Baterai Tetap 0% (Nol Persen) Available “Plugged in, Not Charging”

Pada dasarnya, hampir semua perangkat elektronik mengalami kerusakan ketika melewati masa pemakaian tertentu. Begitu juga dengan laptop yang sudah uzur, biasanya akan sangat rentan mengalami kerusakan termasuk berbagai komponen di dalamnya.

Kekuatan dan performanya sudah berkurang bahkan bisa jadi ada yang tidak bekerja. Mungkin beberapa komponen diberi embel-embel “garansi seumur hidup”, namun sebenarnya bukan diberi garansi sampai kapan pun.

“Garansi seumur hidup” memang ada garansi seumur hidup, namun bukan seumur hidup penggunaannya tetapi seumur hidup perangkatnya. Mungkin ini hanyalah ‘trik’ marketing untuk menggaet minat para pembeli.

Beberapa perangkat yang mendapatkan garansi tersebut misalnya RAM dan Flashdisk, keduanya dapat garansi jika pabriknya masih menyediakan produk yang sejenis. Jika ternyata perangkat itu sudah tidak didukung, maka kita harus memperbarui nya ke yang lebih up-to-date dan disini kita harus membayar lagi.

Sedangkan garansi pada perangkat seperti adaptor, baterai dan laptop ternyata ada batasan garansi. Setidaknya garansi tersebut berlaku sampai satu/dua tahun (asal segelnya belum lepas dan bukan dikarenakan kesalahan pemakaian si pengguna). Setelah masa garansi tersebut berakhir, maka segala kerusakan yang terjadi akan ditanggung oleh pengguna sepenuhnya.

Salah satu komponen yang rentan rusak adalah baterai. Di saat awal pemakaian, baterai laptop mungkin bisa mendukung segala sumber daya laptop hingga durasi berjam-jam. Namun setelah melewati masa pemakaian tertentu, baterai laptop akan berkurang kinerja dan ketahanannya. Bahkan yang paling parah, baterai laptop menjadi rusak atau bocor sehingga tidak bisa digunakan lagi.

Apabila usia baterai telah lebih dari 3 tahun, baterai biasanya sudah mulai bermasalah. Entah itu baterai cepat habis, tidak mengisi sama sekali atau bahkan sudah tidak bisa digunakan lagi. Meski sudah dicharger selama berjam-jam, namun tetap saja sesudah charger dilepas, baterai hanya bisa bertahan selama beberapa menit saja.

Sebenarnya, komponen ini juga cukup penting dalam menunjang mobilitas kita. Jika sewaktu-waktu ada pemadaman listrik, kamu masih bisa menggunakan daya dari baterai. Hal seperti ini tentu tidak akan bisa dimanfaatkan bila baterai laptopnya sudah rusak dan mudah ‘drop’.

Nah, pada kasus kali ini baterai laptopnya memunculkan pesan 0% available (plugged in, not charging) yang terkadang membingungkan banyak pengguna. Sebenarnya apa yang terjadi dengan laptopnya dan bagaimana cara memperbaikinya. Selain itu, pengguna juga dibuat bingung harus bagaimana, memperbaikinya, membeli charger atau baterai baru?

Bagi teman-teman yang mengalami nasib serupa, jangan khawatir. Beberapa cara berikut ini mungkin bisa membantu mu untuk menyelesaikan masalah ini.

Cara ini mungkin bisa mengatasi permasalahan pada merek laptop manapun seperti laptop HP, Compaq, Toshiba, Acer, Asus, Lenovo, Samsung, Dell, Axioo, MSI dan laptop/notebook lainnya. Setidaknya, cobalah untuk memperbaikinya sendiri, kalau tidak bisa juga baru minta tolong ke tukang reparasi.

Cara Mengatasi Baterai Tetap 0% (Nol Persen) Available “Plugged in, Not Charging”

Cara Pertama - Simpel dan Mudah

  1. Pertama, coba lepas charger dari laptopmu.
  2. Kemudian matikan laptop dengan cara ‘shutdown’ dan lepaskan baterai pada laptop.
  3. Setelah itu, pasang kembali chargernya dan hidupkan laptop dengan menekan tombol power.
  4. Jika sudah tampil desktop, masuklah ke Device Manager. Pada driver baterai, coba klik kanan semua Microsoft ACPI Compliant Control Method battery lalu klik ‘Uninstall’.
  5. Jika sudah, matikan kembali laptop dan lepaskan chargernya.
  6. Masukkan baterai kembali seperti semula.
  7. Berikutnya, hidupkan laptopmu kembali. Coba periksa ulang, apakah sudah bisa mengisi atau tidak. Jika pesan error ‘Plugged in, not Charging’ sudah hilang, maka cara ini sudah berhasil. Kamu tidak perlu melanjutkan langkah berikutnya.

Catatan: Untuk driver Microsoft ACPI Compliant Control Method Battery yang tadi kamu uninstall, sebenarnya akan otomatis diinstall oleh Windows setelah tadi laptop direstart. Jika ternyata tidak ada, maka kamu bisa menginstall nya secara manual di situs resmi vendor laptop mu.

Cara Kedua - Tiup dan Bersihkan Port Charger

Jika cara pertama belum berhasil, maka kamu harus mencoba cara berikut ini.
  1. Langkah pertama, coba nyalakan laptopmu.
  2. Setelah itu, lepas colokan listrik dari laptop lalu tiup beberapa kali di ujung wadah yang masuk dalam laptop. Kemudian tiup beberapa kali ke port charger laptop (tempat masuknya colokan kabel power).

Cara Terakhir - Ganti dengan yang Baru

Bila cara-cara di atas belum berhasil juga, maka ini saatnya Anda harus menggantinya dengan baterai yang baru. Coba beli baterai di took computer secara langsung. Di sana, coba cek terlebih dahulu apakah daya sudah mengisi atau tidak.

Diamkan hingga beberapa lama. Usahakan membeli baterai yang original, bukan yang KW. Meski lebih mahal, namun biasanya baterai original kualitasnya lebih bagus dan tentunya lebih awet masa gunanya.

Jika kamu belum bisa membelinya, membeli baterai laptop yang KW juga tidak mengapa. Namun seandainya kamu belum bisa membeli keduanya, yang perlu kamu lakukan tentu saja memaksa adaptor/charger tertancap ke stop kontak secara terus menerus.

Tindakan ini sebenarnya cukup berisiko, karena membuat beban terhadap adaptornya. Adaptor bisa cepat panas bahkan bisa merusak adaptor itu sendiri. Dulu saya pernah mengalaminya, karena pemakaian yang terlalu berlebihan adaptor laptop malah menjadi rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

Selain itu, kamu juga perlu yang namanya UPS untuk meminimalisir kejadian yang tidak terduga seperti pemadaman listrik.


Seandainya kamu menginginkan cara yang anti-mainstream, kamu bisa memasukkan baterai yang mati ke dalam freezer kulkas selama beberapa hari. Sebelum melakukannya, cobalah untuk membungkus baterai dengan plastik secara menyeluruh.

Banyak yang berkata bahwa cara ini bisa menghidupkan cell dalam baterai, namun hanya bisa digunakan satu kali saja.

Bila sebelumnya sudah pernah dimasukkan ke freezer, maka cara ini mungkin tidak akan berhasil. Namun jujur saja, cara ini belum pernah saya coba. Benar atau tidaknya, silahkan coba sendiri. Mengapa saya sarankan? Karena sepertinya mencoba lebih baik daripada tidak sama sekali.

Silakan tinggalkan pesan jika Anda punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan.

 
Back To Top