Golepi

Situs yang Membahas Serba-serbi Teknologi | Laptop, Komputer, Smartphone, Harga, Review, Tips, dan Tutorial

Kamis, 07 Desember 2017

9 Tips Memilih Harddisk Laptop yang Bagus dan Berkualitas

Tips memilih/membeli harddisk laptop yang bagus, baik harddisk bekas maupun baru - Laptop yang sering kita gunakan biasanya membutuhkan media penyimpanan berupa harddisk. Jika ternyata harddisk laptop mu bermasalah, tentu kamu harus mengganti harddisknya dengan yang baru.

Nah, dalam tahap pemilihan harddisk, kamu wajib mempertimbangkan beberapa hal agar nantinya kamu tidak tertipu atau menyesal di kemudian hari.

Tips Memilih Harddisk Laptop yang Bagus dan Berkualitas
Tips Memilih Harddisk Laptop yang Bagus dan Berkualitas

Oke langsung saja, berikut ini beberapa hal yang wajib kamu perhatikan sebelum membeli harddisk.

1. Pilih Harddisk Laptop HDD atau SSD?

Yang perlu kamu perhatikan pertama kali adalah memilih model harddisknya, mau yang HDD (Hard Drive Disk) atau SSD (Solid State Drive). Seperti yang kita tahu, SSD merupakan evolusi dari harddisk HDD. Selain memenuhi performa HDD, SSD ternyata mempunyai teknologi yang lebih unggul dibandingkan HDD.

Kalau kamu belum tahu, harddisk SSD merupakan media penyimpanan yang menggunakan flash memory untuk menyimpan data dan berbanding terbalik dengan HDD yang memakai disk. Jika diibaratkan, SSD seperti flashdisk namun ukurannya lebih besar.

Selain itu, SSD mempunyai daya proses yang lebih cepat dalam melakukan read & write data. Meskipun begitu, SSD tetap saja ringan dan hanya membutuhkan power yang minim. Enaknya lagi, SSD tidak berisik ketika digunakan karena tidak memakai piringan/disk sehingga masa pakainya pun lebih lama.

Berbagai kelebihan SSD ini memang menggiurkan, namun untuk harga masih lebih mahal dibanding HDD. Kapasitasnya pun biasanya lebih kecil dari HDD.

Jadi bila kamu ingin harddisk yang lebih terjangkau, maka pilihlah HDD. Kalau ingin backup data dengan ukuran yang besar-besar, maka belilah HDD. Sedangkan bila kamu ingin menggunakan performa yang lebih cepat dan mulus tiap harinya, maka lebih baik memilih SSD.

Ini bisa mempercepat kamu saat menjalankan aplikasi dan program yang cukup berat. Namun, kamu harus memastikan terlebih dahulu apakah laptop mu itu sudah support SSD atau belum. Jika belum, mungkin saja bisa memengaruhi performa laptop kesayanganmu. So, saya harap kamu bijak dalam memilih dua model harddisk ini.

2. Memilih Ukuran Fisik Harddisk Laptop

Tips memilih harddisk laptop yang selanjutnya adalah mengenai ukurannya. Sebenarnya tidak banyak pilihannya, hanya drive 2.5 inchi atau 3.5 inchi.

Untuk harddisk HDD, semua data akan disimpan pada disk yang berputar. Hal ini tentu membutuhkan lebih banyak disk jika kapasitasnya besar. Maka dari itu, HDD lebih sering menggunakan ukuran 3.5 inchi dengan penyimpanan maksimal 4TB. Sedangkan HDD laptop lebih sering menggunakan harddisk berukuran 2.5 inchi dengan penyimpanan maksimal 1 sampai 2TB.

Sedangkan untuk SSD biasanya dibuat lebih minimalis karena tidak membutuhkan komponen besar layaknya disk. Maka dari itu, SSD cenderung menggunakan ukuran 2.5 inchi. Namun sebenarnya kamu masih bisa memasannya pada konektor 3.5 inchi. Untuk menghubungkannya, ada adaptor tambahan untuk dihubungkan ke 2.5 inchi.

Baik HDD mau pun SSD, keduanya sebenarnya menggunakan konektor SATA untuk saling berhubungan. Harddisk HDD yang versi jadul (sebelum ada SATA), umumnya memakai konektor IDE. Sedangkan untuk harddisk eksternal umumnya dihubungkan dengan USB port.

3. Memilih Merk Harddisk

Saat membeli hard disk baru, coba perhatikan merk dari harddisk yang hendak dibeli. Sama-kah merknya dengan harddisk yang ingin diupgrade? Sebaiknya beli saja yang sama merek nya agar performa yang dihasilkan sama persis seperti menggunakan harddisk sebelumnya.

Tidak hanya itu, ukuran harddisk juga perlu Kamu perhatikan dan wajib sama dengan harddisk yang sebelumnya digunakan.

4. Pilih Spesifikasi dan Kinerja Harddisk yang Bagus

Hal selanjutnya yang perlu kamu perhatikan adalah spesifikasi dan kinerja harddisknya. Dengan begitu, kamu akan tahu apa yang cocok dengan kebutuhanmu.

a. Kapasitas

Kamu harus memastikan kapasitas harddisk yang baru jauh lebih besar ketimbang harddisk sebelumnya. Meski sedikit lebih mahal, kamu bisa mendapat harddisk dengan space yang jauh lebih besar. Misalkan harddiskmu masih 160 GB, maka kamu bisa upgrade menjadi 320 GB. Atau mungkin harddiskmu 320 GB, maka upgrade lah menjadi 500 GB atau 1 TB.

Saat ini, harddisk HDD yang beredar dipasaran sudah ada yang mencapai 4TB. Sedangkan SSD masih sangat minim dan belum bisa mencapai ukuran 1TB. Kamu bisa mempertimbangkan hal ini dengan bijak, agar tidak menyesal setelah membelinya.

b. Buffer

Tips memilih harddisk laptop yang selanjutnya adalah melihat buffer. Ini bisa memengaruhi performa harddisk apabila buffernya besar. Karena sebagai pintu masuk pada harddisk, makin besar lebarnya, maka semakin cepat pula data akan masuk.

Biasanya, harddisk stkamurd (murah) mempunyai kapasitas buffer yang kecil yaitu sekitar 2 MB (2048 KB). Untuk saat ini, mungkin sudah tersedia beberapa pilihan yaitu 2 MB, 8 MB dan 16 MB.

c. Kecepatan Transfer

Performa pada harddisk bisa ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu RPM (Revolutions per Minute) atau putaran per menit. Semakin tinggi RPM, maka semakin cepat pula transfer data yang dihasilkan.

Jika kemampuan putar harddisk sebesar 5400 RPM, maka harddisk bisa berputar sebanyak 5400 kali/menit. Untuk saat ini mungkin sudah lebih cepat lagi yaitu berkisar 7200 RPM dan 10000 RPM.

Oh iya, kamu juga tidak perlu memedulikan kecepatan SATA pada harddisk. Misalnya, bila drive saat ini bertuliskan 3.0 dan 7200 RPM. Nah sebenarnya tidak ada HDD yang mencapai kecepatan 3.0GB, namun drive 7200 RPM tentu selalu lebih cepat dari yang 5400 RPM.

d. Ruang Cache

Saat harddisk melakukan transfer data, sebenarnya dibutuhkan area khusus dari memori yang kita sebut dengan “cache”. Semakin besar cache, semakin besar pula kecepatan transfernya. Pada HDD zaman sekarang, ukuran cache-nya sudah berukuran 8MB hingga 128 MB.

e. Access Time

Selain mempertimbangkan cache, kamu juga perlu memerhatikan waktu akses harddisknya. Berapa cepat kah HDD bisa memproses read dan write ke dalam drive. Mungkin saja ada HDD yang kecepatan putarnya 7200 RPM, namun setelah dicoba ternyata lambat saat membaca.

Pada dasarnya, tidak ada stkamurt pasti mengenai access time. Akan tetapi, sebagian harddisk modern sudah berada pada tingkat yang sejajar.

Bila kamu mencari harddisk dengan read dan write yang cepat, maka belilah SSD. Jika kecepatan konektor SATA sudah mendukung, maka SSD dapat mencapai kecepatan tertinggi.

f. Tingkat Failure dan Kerusakan

Seperti yang kita tahu, harddisk merupakan komponen elektronik. Pasti akan usang dari waktu ke waktu, namun tingkatnya berbeda-beda sesuai model harddisknya. Ada yang akan rusak 6 bulan, ada juga yang bisa sampai lebih dari 6 tahun.

Untuk tingkat failure HDD biasanya 1,5 juta/jam sedangkan SSD dapat bertahan lebih lama dengan tingkat failure sekitar 2 juta/jam. Akan tetapi, untuk menyimpan data jangka panjang yang tidak dipakai sehari-hari, harddisk HDD lebih dapat dikamulkan dibanding SSD.

Jika tidak percaya, silahkan buktikan saja.

5. Memilih Harddisk Laptop Eksternal atau Internal?

Tips memilih harddisk laptop yang selanjutnya yaitu memilih harddisk ekternal atau internal. Kamu bisa menyesuaikan hal ini dengan kebutuhan. Jika kamu perlu mengganti harddisk laptop, maka kamu bisa memilih harddisk internal. Sebaliknya, bila hanya ingin menyadangkan (back up) data, maka pilihlah harddisk eksternal.

Pada harddisk eksternal biasanya dihubungkan dengan USB 2.0 yang mempunyai kecepatan maksimal sebesar 480MB/s atau model terbaru USB 3.0 dengan kecepatan maksimal sebesar 5GB/s. Maka dari itu, jangan gunakan harddisk eksternal karena transfer datanya lebih lambat, misalnya menjalankan sistem operasi seperti Windows.

Keunggulan nya, kamu bisa membawa harddisk ini kemana saja. Bisa saja dipasang saat kamu membutuhkannya, misalnya untuk membuka data-data penting yang sudah diback-up.

6. Harga Hard Disk Laptop

Sebelum membeli harddisk, sebaiknya Kamu cek terlebih dahulu harga pasarannya. Jangan sampai kamu membeli harddisk dengan harga terlalu tinggi, itu tentu merugikan Kamu sebagai pembeli. Kamu juga jangan terlalu percaya bila ada harddisknya terlalu murah dari harga pasaran. Mungkin saja, harddisk tersebut termasuk yang abal-abal.

Selain itu, kamu juga harus memperkirakan dana yang dimiliki. Pertimbangkan juga kebutuhanmu untuk menghemat beberapa giga dari kapasitas hard disk yang hendak dibeli.

Agar lebih mudah dipahami, kamu bisa melihat rincian berikut:
  • HDD WD BLACK 1 TB harganya sekitar Rp 1,2 juta =  Rp 12 ribu setiap giganya.
  • HDD WD BLACK 2 TB harganya Rp 2,2 juta = Rp 11 ribu setiap giganya.
  • HDD WD BLACK 4 TB harganya Rp 3,8 juta = Rp 925 setiap giganya.
Dari ilustrasi tersebut, kamu bisa mempertimbangkan kebutuhan dengan lebih matang. Apabila kamu membandingkannya secara langsung memang akan terlihat lebih mahal, namun ternyata jika dihitung tiap giga harganya menjadi lebih murah. Nah, seandainya kamu lebih membutuhkan kapasitas harddisk dibanding uang, tentu tidak masalah jika ingin mengambil yang 4TB.

Sementara itu, SSD masih terlalu mahal. Kita ambil contoh saja merk CORSAIR
  • CORSAIR Force Series LS 60 GB harganya Rp 800 ribu = Rp 13 ribu setiap giganya.
  • CORSAIR Force Series LS 120 GB harganya Rp 1,2 juta = Rp 10 ribu setiap giganya.
  • CORSAIR SSD Neutron Series GTX 480 GB harganya Rp 5,8 juta = Rp 12 ribu setiap giganya.
Bagaimana? Setelah menyimak rincian itu kamu mungkin akan sedikit terhenyak karena perbedaannya cukup jauh. HDD 2 TB harganya sama dengan SSD 120 GB, yaitu 1,2 juta rupiah.

Meski tergolong cepat, kamu perlu mempertimbangkan hal ini dengan sebaik-baiknya. Kebutuhanmu juga harus diprioritaskan. Jangan sampai menyesal membeli yang 4TB, padahal 1TB juga sudah cukup.

So, bijaklah dalam membuat keputusan…

7. Teliti Sebelum Membeli Harddisk

Coba amati keseluruhan harddisk, bagaimana kondisinya? Pastikan harddisknya benar-benar baru atau baru hasil rekondisi. Umumnya, ada beberapa perbedaan antara harddisk baru dengan yang rekondisi. Kamu bisa melihatnya dengan seksama.

8. Garansi Harddisk

Garansi pada harddisk juga bisa Kamu pertimbangkan dengan baik. Ada yang memberi garansi selama 2 sampai 3 tahu, ada juga yang hanya selama 1 tahun saja. Coba pilihlah harddisk dengan garansi waktu yang lama, karena tentu akan memudahkan mu jika sewaktu-waktu harddisk mengalami masalah.

9. Tips Lainnya

Ini adalah tips terakhir, tentunya agar kamu bisa mendapatkan harddisk yang bagus dan berkualitas dengan maksimal.
  • Belilah harddisk laptop sesuai kebutuhan dan dana yang kamu miliki. Jangan dipaksakan dan jangan dilebih-lebihkan.
  • Pastikan kondisi harddisknya benar-benar baik, jangan sampai ada lecet atau kerusakan lainnya.
  • Jika sudah membeli, salin seluruh data pada laptop untuk ditaruh ke harddisk baru. Bila memungkinkan, belilah harddisk eksternal sebagai cadangan. Hal ini untuk mengantisipasi data hilang/terhapus tanpa diduga-duga sebelumnya.
Nah, akhirnya kita sampai di penghujung artikel. Dengan adanya artikel ini diharapkan kamu bisa membeli harddisk laptop dengan lebih bijak. Kamu bisa mempertimbangkan beberapa hal yang sudah dijelaskan sebelumnya. Oke, sekian dari saya.

Selamat mencoba!

Silakan tinggalkan pesan jika Anda punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan.

 
Back To Top